Rabu, 07 Mei 2014

ANALISIS FILM CALO PRESIDEN ( Teori Emile Durkheim, Karl Mark dan Talcot Persons )



khoirotun nikmah

Dibagikan kepada publik  -  3 Mei 2014
ANALISIS FILM CALO PRESIDEN
( Teori Emile Durkheim, Karl Mark dan Talcot Persons )
Disusun untuk memenuhi tugas
 SOSIOLOGI BUDAYA




Oleh :
Khoirotun Nikmah
120521100018

          PROGRAM STUDI SOSIOLOGI
FAKULTAS IMU SOSIAL DAN ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2013-2014
Sekilas Alur Cerita Film Calo Presiden
Film “Capres (Calo Presiden)” menceritakan tentang seorang office boy bernama Hartono (diperankan oleh Dwi Sasono) yang dicalonkan oleh partai ASU (Anggaran Semuanya Untukmu) tempat ia bekerja, untuk menjadi calon presiden menggantikan Ketua Umum partai tersebut yang ditangkap oleh KPK. Motif pencalonan Hartono oleh para petinggi partai sebagai calon presiden yang bakal maju dalam pemilu semata-mata agar dana yang telah terkumpul dari sejumlah pejabat dan pengusaha untuk kampanye partai dapat dipertahankan. Hartono adalah seorang staf administrasi kantor yang lugu dan mau diangkat sebagai karyawan di kantor tersebut dengan gaji 2 juta lima ratus, dia sangat bahagia sekali, dengan tugas yang sangat mudah.
Pada awalnya para petinggi partai ASU tersebut dapat menyetir kegiatan politik Hartono yang memang terkesan lugu dan polos itu. Akan tetapi, lama-kelamaan ia mulai sadar bahwa apa yang dilakukan teman-temannya tidak sesuai dengan hati nurani, setelah melihat secara terang-terangan kejahatan seperti pemukulan, pembunuhan hingga peraktik perdukunan yang telah dilakukan demi mencapai keinginan dan kepentingan pribadi masing-masing petinggi partai ASU. Terlebih lagi setelah aktif di dunia politik, ia mulai jarang berkomunikasi dengan kekasihnya, yaitu Ningsih yang diperankan oleh Happy Salma. Ini membuat hubungannya dengan Ningsih renggang.
Atas idealisme yang diajarkan ayahnya bahwa seorang pemimpin seharusnya memiliki 3 kriteria yaitu mampu melayani rakyat, belajar dari pemimpin yang berhasil serta mempunyai seseorang yang mirip walaupun berada di belahan dunia yang lain (Doppelgänger), Hartono mulai bertindak sendiri. Ia maju sebagai calon presiden yang menawarkan solusi penyelelesaian masalah nasional dengan cara menghindari kekerasan dan menggalang perdamaian.
Aksi Hartono membuat para petinggi Partai ASU cemas. Mereka takut kepentingan pribadi mereka tidak dapat terealisasi. Ditambah lagi kemunculan sosok yang mirip dengan Hartono mampu mengecoh mereka saat ingin menghancurkan karier politiknya yang tengah bersinar karena telah menarik perhatian dan dukungan rakyat. Pada akhir cerita, para petinggi Partai ASU yang korup itu tak bisa menyangkal bahwa Hartono memang layak menjadi pemimpin.
Þ      Analisa Teori Sistem- Emile Durkheim
Pada dasarnya, film bergenre komedi ini ingin mengemas isu politik yang tengah terjadi sebagai wacana yang ringan sehingga menjadi tayangan yang dapat ditonton dengan santai. Akan tetapi, banyolan-banyolan yang ditampilan hanya dapat kita temukan pada awal-awal cerita. Selebihnya film ini nyaris berisi hal-hal serius. Jika dianalisis dengan Teori fungsionalisme menurut Emile Durkheim menekankan kepada keteraturan “masyarakat merupakan suatu sistem sosial yang terdiri atas bagian-bagian atau elemen-elemen yang saling berkaitan dan saling menyatu  dalam keseimbangan. Perubahan yang terjadi pada suatu bagian akan membawa perubahan pula terhadap bagian yang lain, dengan kata lain masyarakat senantiasa mengalami dinamika secara berangsur-angsur dengan tetap memelihara keseimbangan”.
Hal tersebut tergambar jelas pada perusahan atau instansi partai politik ASU, terdapat struktur-struktur yang dibedakan seperti struktur jabatan, pekerjaan dan peran, mulai dari ketua umum, staf-staf departmen hingga pekerja bawah office boy yang memiliki fungsinya masing-masing. Tidak berfungsinya salah satu sistem sebagai mana mestinya seperti yang dilakukan ketua umum partai yaitu melakukan korupsi menyebabkan parpol tersebut mengalami posisi yang merusak equilibrium sehingga ketua umum tertangkap KPK dan hilangnya fungsi jabatan karena tidak menjalankan peran dan fungsi sebagaimana mestinya. Maka munculah dinamika – perubahan kepemimpinan untuk menjaring ketua umum baru yang sekiranya memenuhi kriteria, meskipun kriteria yang diajukan mengandung kecurangan dan kepentingan pribadi.
Di dalam suatu sistem tersebut sudah selayaknya memiliki aturan, normative dan value yang dapat mempertahankan integritas dan keharmonisan di dunia perpolitikan. Adanya praktek – praktek kejahatan seperti pemukulan, pembunuhan hingga peraktik perdukunan yang telah dilakukan demi mencapai keinginan dan kepentingan pribadi masing-masing petinggi partai ASU ini akan menjadi permasahan besar yang merugikan kepentingan umum (negara), hal ini disebabkan adanya kesempatan melanggar etika norma dan nilai serta kurangnya iman/spiritual dalam diri pelaku kejahatan. Durkheim berpikir “bagaimana masyarakat dapat mempertahankan integritas dan koherensinya di masa modern, ketika hal-hal seperti latar belakang keagamaan dan etnik bersama tidak ada lagi”.  
Kemudian dalam masyarakat modern yang organik akibat dari pembagian kerja yang semakin kompleks ini. Menurut Durkheim bahwa kesadaran individual berkembang dalam cara yang berbeda dari kesadaran kolektif. Seringkali malah berbenturan dengan kesadaran kolektif. Sehingga munculah klasifikasi- berdasarkan dimensi normatif dan relegius, membedakan mana yang secred dan yang profan jika tidak dapat membedakan berarti melakukan penyimpangan.
Film ini menunjukkan bahwa  Kejujuran yang dilakukan Hartono menjadi barang langka dalam mewujudkan kehidupan bernegara dalam pemerintahan yang baik dan bersih. Sifat jujur seringkali dianggap menyimpang dan salah tempat, apalagi dalam kegiatan politik. Para aktor dalam dunia politik biasanya mendahulukan kepentingan individu apabila ada kesempatan yang datang perihal jabatan dan otoritas.
Þ      Analisis Teori Sistem - Karl Mark
Para tokoh sosiologi konflik berbeda pendapat dengan aliran struktural fungsional ketika melihat konflik di masyarakat. Dalam pandangan mereka, tindakan individu di masyarakat merupakan hasil dari konflik. Tokoh sosiologi konflik juga melihat bahwa kepentingan individu atau kelompok berada di atas norma sosial dan aturan di masyarakat. Para tokoh sosiologi konflik, misalnya Karl Marx, melihat masyarakat selalu dipenuhi dengan pertentangan kepentingan.
Teori konflik Karl Mark menekankan bahwa masyarakat sebagai satu sistem sosial yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang mempunyai kepentingan yang berbeda-beda dimana komponen yang satu berusaha untuk menaklukkan komponen yang lain guna memenuhi kepentingannya atau memperoleh kepentingan sebesar-besarnya. Hal ini senada dengan terpilihnya Hartono untuk menjadi calon presiden menggantikan Ketua Umum partai ASU yang ditangkap oleh KPK. Motif pencalonan Hartono oleh para petinggi partai ASU sebagai calon presiden yang bakal maju dalam pemilu semata-mata agar dana yang telah terkumpul dari sejumlah pejabat dan pengusaha untuk kampanye partai dapat dipertahankan, dengan begitu akan mendapatkan kepentingan yang sebesar-besarnya.
Menurut Marx, sejarah umat manusia sejak zaman primitif dibentuk oleh faktor-faktor kebendaaan, dan pada abad ke 21 ini faktor-faktor kebendaan masih mendoktrin kepribadian manusia. Dengan adanya pemilikan pribadi yang kemudian menimbulkan pertarungan memperebutkan materi atau kekayaan ekonomi. Materi atau bendalah yang menjadi faktor konstitutif proses sosial politik kemanusiaan. Marx menyangkal argumen Hegel maupun Weber yang melihat faktor non-bendawi, roh, dan gagasan berpengaruh dan menentukan sejarah. Inilah paham materialisme sejarah Marx. Sebagaimana yang dilakukan pihak-pihak antagonis dalam partai ASU tersebut dengan menjadikan Hartono sebagai korban/ tumbal.
Þ      Analisis Teori Sistem -  Talcott Parsons
Berbeda dengan Mark, Persons mengatakan bahwa “masyarakat tersusun dari empat subsistem  yang berbeda, yang masing-masing subsistem mempunyai fungsi untuk memecahkan persoalan tertentu dan timbulnya konflik di masyarakat merupakan penyimpangan yang menyebabkan munculnya masalah sosial”.
          Subsistem ini mengambil bentuk lembaga institusi partai politik ASU. Persons mengklaim bahwa keempat unsur ini harus ada di dalam masyarakat atau subsistem jika masyarakat itu mau bertahan dalam waktu yang cukup panjang.  Keempat unsur itu ialah :
1.      Adaptasi (adaptation)
2.      Pencapaian tujuan (goal attainment)
3.      Integritas ( integration)
4.      Latensi atau pemeliharaan
Untuk menganalisis film yang disutradarai Toto Hoedi ini, kita akan menemukan bahwa partai politik ASU mempunyai subsistem AGIL, yaitu :
Adaptasi : sebagai alat dan sarana adaptasi yang paling ampuh adalah uang. Sebuah tatanan pemerintahan dikatakan bad govermance apabila terdapat penyelewengan dalam pihak eksekutif, legislatif dan yudikatif. Dalam film Calo presiden, tokoh Pak Surip sebagai orang kejaksaan yang disuap agar tidak mem-blow up kasus Ketua Umum Partai ASU-Pak Gondo, yang ingin mencalonkan diri sebagai presiden adalah contoh sebagian kecil dari penyebab munculnya masalah sosial.
Masalah sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni faktor budaya, organisasi dan manajemen serta individu,. Contoh budaya korup yang terlembaga adalah menggunakan “uang pelicin” atau mengistilahkan “uang administrasi” sebagai alasan agar kepentingan dapat terealisasikan.
Goal attainment : parpol ASU mampu menentukan tujuannya dan berusaha mencapai tujuan yang telah dirumuskan yaitu  tidak lain dan tidak bukan adalah merebut kursi kekuasaan negara. Menduduki Kekuasaan tertinggi di negara Indonesia (Presiden RI ) merupakan  hasil atau output dari parpol dan kepemimpinan dengan bantuan dan dukungan dari panglima perebutan kekuasaan yaitu Politik.
Integration : penyatuan ini ditekaknkan denagn adanya unsur pengaruh. Awalnya pengaruh ini diberikan oleh petinggi – petinggi partai ASU untuk melancarkan Hegemoni terhadap Hartono dan menjadikannya boneka atau tumbal dalam pencapaian tujuan partai, lama-kelamaan ia mulai sadar bahwa apa yang dilakukan teman-temannya tidak sesuai dengan hati nurani. Hartono mulai bertindak sendiri. Ia maju sebagai calon presiden yang menawarkan solusi penyelelesaian masalah nasional dengan cara menghindari kekerasan dan menggalang perdamaian. Adanya tindakan idealisme menurut pesan Ayahnya tersebut ia membuat para petinggi Partai ASU cemas dan mampu mempengaruhi masyarakat bahwa hartono layak menjadi pemimpin.
Latensi : komitmen terhadap nilai, agar tetap terjaga solidaritas, politikus Parpol ASU harus mempertahankan, memperbaiki, dan membaharui  motivasi baik individu atau kelompok dengan meningkatkan pengawasan, karena Pengawasan yang rendah dalam sebuah organisasi atau lembaga juga dapat memicu KKN. Beruntung negara ini memiliki KPK yang setidaknya mampu meminimalisir tindakan korupsi. Bukannya pesimis jika peraktik KKN dapat dihilangkan, akan tetapi KKN sepertinya sudah mewabah di segala aspek kehidupan.
Þ    Problem solving
Film bergenre drama-komedi-parodi ini menggambarkan kondisi perpolitikan yang menyebar di seluruh kalangan masyarakat Indonesi. Baik dari level masyarakat yang konsisten memilih sampai masyarakat yang tidak konsisten menyelamatkan hak suara, dari level toko politik yang berjuang untuk rakyat sampai tokoh politik yang mengkhianati masyarakat dengan egoismenya.
Pemecahan masalah untuk mengatasi dunia perpolitikan yang carut marut ini dengan cara  pembersihan mesin politik negara. Mesin politik ini berupa lembaga yang resmi mengatur pemerintahan yaitu yang tergabung dalam trias politika : Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif.  Jika ketiga lembaga pengatur pemerintahan tersebut diduduki oleh orang-orang bersih, jujur dan bertanggung jawab ( pemimpin yang idelasime) maka akan menjadikan tegaknya Peraturan dan hukum di negara Indonesia.
Peraturan merupakan kunci bagi alternatif untuk memecahkan masalah sosial. Norma dan aturan sosial diandaikan sebagai pihak ketiga yang menjadi penengah ketika terjadi konflik sosial . Selain itu, perlu juga penegak hukum yang bertindak adil menurut aturan yang berlaku. Dalam masyarakat yang beragam kebudayaan akan sangat mudah terjadi konflik, namun teori fungsional akan menjadi garis tengah untuk menjadikan sebuah perbedaan menjadi alat untuk bersatu. Jadi, konflik sosial dapat diselesaikan dengan tegaknya peraturan dan hukum sebagai Problem solving tersebut.



Selasa, 17 Desember 2013

Seulas  tentang kelurahan  Tambak Wedi  kec.Kenjeran kota  Surabaya ( Study penelitian di Kenjeran)



Tradisi merupakan gambaran dan kebiasaan sikap perilaku manusia yang telah berproses dalam waktu lama yang dilaksanakan secara turun temurun dari nenek moyang kita. Tradisi dipengaruhi oleh kecenderungan untuk berbuat sesuatu dan mengulang sesuatu hingga menjadi kebiasaan, dari kebiasaan tersebut terbentuk suatu kelompok yang akhirnya menjadi kebudayaan di masyarakat itu sendiri. Kebudayaan berasal dari kata culture (bahasa belanda) = culture (bahasa inggris) berasal dari kata latin “corele” yang berarti mengolah, mengerjakan, menyebutkan dan mengembangkan. Dari segi arti ini berkembanglah dari kultur sebagai “segala daya aktifitas manusia untuk memngolah dan mengubah suatu yang ada di alam”. Dilihat dari sudut bahasa indonesia, kebudayaan berasal dari bahasa sanksakerta “buddhaya” yang bentuk jamak dari budi yang berarti akal. Pendapat lain mengatakan, bahwa “budaya” adalah suatu perkembangan dari kata majemuk budi-daya, yang berarti daya dari budi, karena itu mereka membedakan antara budaya dan kebudayaan. Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta karsa dan rasa, dan kebudayaan hasil dari cipta, karsa dan rasa tersebut.(Widago,2003:18)

Adanya tradisi keagamaan sebagai bentuk keyakinan manusia terhadap sesuatu yang bersifat adikodrati (superanaural) ternyata akan menyertai manusia dalam ruang lingkup kehidupan yang luas. Agama memiliki nilai-nilai bagi kehidupan manusia sebagai orang perorang atau hubungannya dalam masrakat. Selain itu agama juga memberi dampak bagi kehidupan sehari-sehari. Dengan demikian secara psokologis agama dapat berfungsi sebagai motif intrinsic (dalam diri) yang berguna di antaranya untuk terapi mental dan ekstrinsik (luar diri) dalam rangka menangkis bahaya negative arus global. Dan motif yang didorong keyakinan beragama di nilai memiliki kekuatan yang mengagumkan dan sulit di tandingi oleh keyakinan non agama. Sedangkan budaya keagamaan yang terdapat  di tambak wedi masih terdiri dari banyak kegiatan, baik itu rutinan mingguan, bulanan dan tahunan.

Keyakinan yang telah dianut Masyarakat Tambak Wedi sejak dahulu hampir 90% memeluk agama islam. Kelurahan Tambak wedi merupakan salah satu kelurahan yang ada di kecamatan Kenjeran yang terdiri dari : Kelurahan Tambak Wedi, Kelurahan Tanah Kali kedinding, Kelurahan Bulak Banteng dan Kelurahan Sidotopo wetan. Mayoritas penduduk di kecamatan kenjeran beragama Islam karena terdapat Pondok Pesantren Al-Fitrah di Kedinding Lor.Penduduk di kecamatan Kenjeran Mayoritas Suku Jawa dan Madura karena di daerah Bulak Banteng dan Tambak Wedi Memakai Logat Madura. Di Sebelah Utara Kecamatan Kenjeran Terdapat Jembatan SURAMADU Yang Menghubungkan Surabaya Dan Madura yang terletak di kelurahan Tambak Wedi,Kecamatan Kenjeran Di Sisi Surabaya.
Kelurahan Tambak Wedi,Kecamatan Kenjeran terdiri dari 4 RW dan 46 RT. Dengan jumlah penduduk sekitar 44,762 Jiwa dengan rincian penduduk laki-laki  21,626 jiwa dan penduduk perempuan 23,136 jiwa dan sekitar 13,348 KK. Dari setiap RW terdapat perbedaan mata pencaharian yang mencolok, antara lain RW1 dan 2 masyarakat dominan bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional, sedangkan RW 3 dan 4 dominan dihuni oleh penduduk pendatang yang bermata pencaharian sebagai PNS, karyawan pabrik, pedagang dll. Hampir 30% penduduk berada di kondisi menengah ke bawah.
Ditengah gerak perubahan zaman yang menyentuh semua aspek kehidupan, kadar keyakinan masyarakat terhadap nilai-nilai agama memudar, bergeser menuju arah semi beriman. Perubahan sosial yang terjadi tergantung dari masing-masing individu, ada yang merespon negatif dan ada juga yang merespon positif. Pada masyarakat tradisional atau masyarakat desa, umumnya unsur budaya yang membawa perubahan
sosial budaya dan mudah diterima masyarakat apabila unsur kebudayaan tersebut membawa manfaat yang besar bagi masyarakat.
Tradisi agama merupakan pedoman bagi masyarakat, maka dalam masyarakat pemeluk agama perangkat-perangakat yang berlaku umum dan menyeluruh sebagai norma-norma dan nilai – nilai kehidupan akan cenderung meningkatkan integritas dan solidaritas masyarakat.
Dengan adanya tradisi keagamaan akan mempengarui tentang  perilaku seseorang/kelompok dalam menjalani kehidupan  sehari-harinya, termasuk dalam hal hubungan solidaritas masyarakat. Sehingga bagaimana suatu kegiatan keagamaan dapat meningkatkan solidaritas sosial masyarakat, menjadi fokus kajian penelitian oleh peneliti.
Dengan demikian, hubungan antara tradisi keagamaan dengan solidaritas terjalin sebagai hubungan timbal balik. Makin kuat tradisi keagamaan dalam suatu masyarakat akan makin terlihat peran yang dominan pengaruhnya dalam kebudayaan. Sebaliknya makin sekulernya suatu masyarakat maka pengaruh tradisi keagamaan dalam kehidupan masyarakat akan memudar.


Sabtu, 09 November 2013

PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT KRANJI-PACIRAN-LAMONGAN (100% WONG KRANJI)


LAPORAN
HASIL PENGAMATAN PERUBAHAN MASYARAKAT PEDESAAN
Disusun Untuk Memenuhi Tugas
SOSIOLOGI PEDESAAN


Oleh : Khoirotun Nikmah
Nim : 120521100018


PROGRAM STUDI SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2013-2014
PENDAHULUAN
William F. Ogburn dalam Moore (2002), berusaha memberikan suatu pengertian tentang perubahan sosial. Ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material (benda, teknologi) maupun immaterial (gaya hidup, tingkah laku). Penekannya adalah pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. Perubahan sosial diartikan sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
Definisi lain dari perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya. Tekanan pada definisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat sebagai himpunan kelompok manusia dimana perubahan mempengaruhi struktur masyarakat lainnya (Soekanto, 1990).
Jadi, perubahan merupakan akibat dari interaksi antar individu maupun antar kelompok yang saling mempengaruhi dan tidak bisa dihindari. Perubahan sosial dapat diartikan sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga sosial dalam suatu masyarakat. Perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial itu selanjutnya mempunyai pengaruh terhadap sistem-sistem sosial, termasuk di dalamnya nilai-nilai, perilaku ataupun sikap dalam masyarakat yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial.
Perubahan social yang terjadi ini, dapat diamati di salah satu desa di kabupaten Lamongan yaitu desa Kranji. Desa ini masih termasuk daerah pedesaan dan sebagian mengalami transisi. Adanya perubahan social di desa Kranji dapat dilihat dari perubahan mata pencaharian, institusi atau organisasi masyarakat, dan gaya hidup. Serta penulis akan mencoba mengidentifikasi factor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosil di desa Kranji dan apakah perubahan tersebut direncanakan atau tidak.

• Perubahan Pada Mata Pencaharian
Desa Kranji merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Paciran di Kabupaten Lamongan, terletak di bagian Pantai Utara (Pantura) letaknya yang berhadapan dengan luasnya lautan sehingga mendominasi mata pencaharian masyarakatnya adalah sebagai penangkap ikan atau nelayan. Selain itu letak desa ini sangat strategis untuk berbagai macam mata pencaharian penduduknya.

Adapun batasan-batasan desa Kranji sebagai berikut:
Tabel 1
Batas-Batas Desa Kranji
Letak Batasan Desa
Sebelah Utara Laut Jawa Kranji
Sebelah Timur Sungai Dan Sawah Kranji
Sebelah Barat Tambak Kranji
Sebelah Selatan Perkebunan Kranji

Masyarakat desa Kranji memiliki banyak mata pencaharian karena memiliki banyak potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah yang diimbangi dengan banyaknya angka Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memajukan perekonomian desa Kranji. Mata pencaharian terbesar masyarakat adalah sebagai nelayan sehingga muncul Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebagai tempat jual-beli ikan yang menjadi pusat penyetoran ikan hasil tangkapan nelayan masyarakat desa Kranji maupun desa sekitar. Potensi laut ini menjadi salah satu sumber perekonomian di Kabupaten Lamongan. Selain itu, terdapat pusat pasar tradisional baru yang direnofasi sejak tahun 2006 lalu, biasanya pasar tradisional ini ramai menjadi tempat perilaku ekonomi. Banyak masyarakat kranji memanfaatkan pasar tradisionalnya dengan menjadi pedagang maupun pembeli, bahkan pelaku ekonomi datang dari berbagai desa. Keadaan topografi yang mayoritas daratan di sebelah selatan desa juga sangat cocok di jadikan lahan pertanian, sehingga dengan adanya perubahan social menghasilkan peningkatan d bidang teknologi dan menggerakkan sumber daya manusia untuk berinovasi memanfaatkan lahan perkebunan yang ditanami jagung, cabe, singkong dan tanaman pokok lainnya dengan menggunakan traktor mesin pembajak sawah padahal dulunya menggunakan karapan sapi. kemudian meningkatnya teknologi karena perubahan social ni juga mempengaruhi munculnya sektor usaha tambak di sebelah barat desa. Sector ini berjalan lancar karena dibantu dengan mesin udara bagi kehidupan ekosistem tambak dan penerangan lampu yang cukup.

Masyarakat sadar bahwa adanya perubahan social menjadikan heterogenitas mata pencaharian masyarakat di desa kranji dan sangat berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
• Perubahan organisasi masyarakat
Masyarakat desa kranji sejak lama telah mengenal suatu sistem organisasi, yaitu sejak zaman penjajahan di kawasan pesisir. Dan karena daerah pesisir pantai utara pulau jawa yang merupakan sejarah panjang dalam perkembangan agama islam di tanah jawa ini, dimana kawasan tersebut sebagai salah satu basis para walisongo dalam mensyiarkan agama islam pada waktu itu sehingga muncul organisasi agama yaitu Muhammadiyah dan Nahdhotul Ulama (NU). Kemudian seiring perubahan dan perkembangan intelektual Masyarakat, Organisasi Muhamamdiyah memiliki cabang ranting organisasi yang dikelompokkan sesuai usia anggotanya yaitu Ikatan Remaja Muhamadiah (IRM). Begitu juga Organisasi NU memiliki cabang ranting yang di kelompokkan sesuai usia dan jenis kelamin anggotanya, yaitu IPNU ( Ikatan Pemuda Nahdhotul Ulama ) yang anggotanya para pemuda dan IPPNU ( Ikatan pemuda pemudi Nahdlotul Ulama ) yang anggotanya para pemudi warga desa Kranji.
Selain Organisasi Agama juga terdapat Organisasi Sosial seperti Karang Taruna yang anggotanya para remaja warga desa baik laki-laki maupun perempuan, yang di fungsikan untuk mengatur dan mengontrol jalannya suatu kegiatan dan acara yang sering dilaksanakan di desa Kranji serta sebagai wadah bersosialisasi dan solidaritas remaja desa. Akan tetapi saat ini Karang Taruna hampir fakum karena para remaja banyak yang meninggalkan desa, untuk mengejar karir maupun meneruskan pendidikannya. Kemudian ada juga organisasi RN (Rukun Nelayan) yang digunakan untuk perkumpulan para nelayan dan tempat bersosialisasi para nelayan. Mengingat bahwa warga desa Kranji merupakan penghasil ikan terbanyak di kecamatan Paciran.
• Perubahan Gaya Hidup
Di wilayah pedesaan desa Kranji, tata kesopanan dijunjung tinggi oleh masyarakat. Kaum remaja perempuan rata-rata masih sangat memegang teguh syariat islam, mereka memakai jilbab jika akan keluar rumah, meskipun ada yang kurang bisa menjaga aurat. Akan tetapi adanya Pergeseran nilai-nilai budaya dalam masyarakat terjadi seiring pengaruh dari globalisasi dan pengaruh budaya lain. Perkembangan ini sangat cepat terkesan oleh generasi muda yang cenderung cepat dipengaruhi oleh elemen-elemen baru. Pergeseran nilai budaya adalah perubahan nilai budaya dari nilai yang kurang baik menjadi baik ataupun sebaliknya. Banyak masyarakat mempunyai respon beda tentang pengaruh global. Biasanya Masyarakat tradisional cenderung sulit menerima budaya asing yang masuk ke lingkungannya, namun ada juga yang mudah menerima budaya asing dalam kehidupannya. Hal ini yang terjadi pada masyarakat Kranji.
Pada masyarakat desa Kranji, umumnya unsur budaya yang membawa perubahan sosial budaya dan mudah diterima masyarakat apabila unsur kebudayaan tersebut membawa manfaat yang besar bagi masyarakat. Adanya Pembangunan dan kemajuan teknologi, seperti mesin ketik menjadi komputer dan menjadi laptop, serta dulunya sepadah kayuh (ontel) menjadi sepeda motor, sebenarnya merupakan suatu proses perubahan yang direncanakan dan dikehendaki. Di samping tujuan-tujuan yang direncakan dan dikehendaki, tidak mustahil pembangunan mengakibatkan terjadinya dampak pada subsistem kemasyarakatan, misalnya pada subsistem social budaya. Penyebab terjadinya perubahan masyarakat mungkin karena adanya sesuatu yang dianggap sudah tidak lagi memuaskan.

• Faktor – Factor Penyebab Perubahan Social
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa sebab-sebab tersebut sumbernya mungkin ada yang terletak di dalam masyarakat itu sendiri dan ada yang letaknya di luar masyarakat itu yaitu datangnya sebagai pengaruh dari masyarakat lain atau dari alam sekitarnya. Faktor – factor penyebab perubahan sosial di desa Kranji adalah antar lain:
1. Bertambahnya penduduk
Bertambahnya penduduk yang sangat cepat di pulau jawa berpengaruh terhadap terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat di desa kranji, terutama yang menyangkut lembaga-lembaga kemasyarakatan dan lapangan pekerjaan. Bertambahnya penduduk di desa Kranji ini dikarenakan factor urbansasi dari daerah lain yang mendatangi desa Kranji untuk melalukan ekspansi perekonomian dan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah. Adapun bertambahnya penduduk karena faktor kelahiran dapat diminimalisir dengan adanya program Keluarga Berencana (KB).
2. Penemuan-Penemuan Baru
Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar tetapi yang terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama adalah inovasi. Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru, jalannya unsur kebudayaan baru tersebar ke lain-lain bagian dari masyarakat dan cara-cara unsur kebudayaan baru diterima, dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan. Pada masyarakat Kranji banyak muncul inovasi teknologi seperti kemajuan alat tangkap ikat nelayan, alat pembajak sawah petani, komputer dan internet yang telah menjadi bagian hidup kalangan masyarakat desa kranji.
3. Sistem Pendidikan Formal Yang Maju
Pendidikan memberikan suatu nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama dalam membuka fikirannya serta menerima hal-hal yang baru dan juga bagaimana cara berfikir secara ilmiah.. pendidikan mengajarkan manusia untuk dapat berfikir secara objektif, sehingga dapat memberikan kemampuan baginya untuk menilai apakah kebudayaan dan struktur masyarakat akan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan zaman atau tidak. Di desa Kranji lembaga pendidikan formal dan nonformal telah banyak didirikan sehingga dari tahun ke tahun kualitas pendidikan masyarakat semakin meningkat dan berkualitas.
4. Sikap Menghargai Hasil Karya Seseorang Dan Keinginan Untuk Maju
Apabila sikap tersebut melembaga dalam masyarakat, maka masyarakat akan memberikan pendorong bagi usaha-usaha untuk mengadakan penemuan-penemuan baru. Hadiah Nobel atau predikat desa terbaik dari sisi ekonomi atau budaya misalnya, merupakan pendorong untuk menciptakan hasil-hasil karya yang baru.
• Perubahan Yang Direncanakan
Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat kranji merupakan bagian dari suatu perubahan yang direncanakan. Perubahan yang direncanakan adalah perubahan-perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki suatu perubahan dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan. Oleh karena itu, suatu perubahanyang direncanakan selalu di bawah pengendalian dan pengawasan agent of change.
Secara umum, perubahan berencana dapat juga disebut perubahan dikehendaki. Pada mayarakat Kranji untuk mengurangi pertumbuhan jumlah penduduk menerapkan program pemerintah yaitu program keluarga berencana (KB). Kemudian untuk meningkatkan kualitas pendidikan, intitusi desa mendirikan berbagai lembaga pendidikan formal maupun nonformal, dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai program Sarjana dan pondok pesantren serta tempat- tempat kursus atau privat akademik lainnya. Perencanaan perubahan ini mendukung slogan pemerintah yaitu wajib belajar 12 tahun untuk mendorong meningkatakan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu untuk meningkatkan kesejahteraan lewat mata pencaharian penduduk, masyarakat berinovasi menciptakan teknologi yang mempermudah masyarakat petani dalam membajak sawah, masyarakat nelayan dalam menangkap ikan dan teknologi yang bermanfaat di sektor lainnya.
Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa dalam perkembangan masyarakat yang diikhtiarkan secara berencana itu tentu saja bukan hasilnya belaka yang diharapkan, akan tetapi justru karena direncanakan maka segala akibat dan dampak perubahan sosialnya juga diperhitungkan, termasuk perubahan social di masyarak desa Kranji Paciran lamonagn.

Minggu, 02 Juni 2013

MENGAMATI PERILAKU DAN INTERAKSI INDIVIDU PSIKOLOGI SOSIAL



MAKALAH
MENGAMATI PERILAKU DAN INTERAKSI INDIVIDU
PSIKOLOGI SOSIAL
logo utm.jpeg
Disusun Oleh :
1.     Khoirotun Nikmah             120521100018             



PROGRAM STUDI SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Ilahi Rabbi yang telah mamberikan kenikmatan iman islam serta kesehatan lahir dan batin. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah pada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Kepada para keluarga ,sahabat dan semoga sampai kepada kita selaku umat yang selalu mengikuti ajarannya.
Alhamdulillah, itulah kata pertama yang kami ucapkan karena telah dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Psikologi Sosial mengenai perilaku dan interaksi individu terhadap individu atau kelompok lain. Penulis  menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat kesalahan dan kekeliruan. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sekalian selalu kami harapkan demi perbaikan.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis, umum nya bagi pembaca.

    kenapa harus sesulit ini menahan amarah...selama ini, aq hanya terdiam bukan brarti aq tak mendengar, tp aq berusaha menahan agar ucapan q tdk melukai hati org laen,  & aq berusaha tak melihat ketika setiap sikapmu yg mencoba menggores luka di dadaku yang rapuh. Q mencoba ttp tersenyum agar semua tak mendengar apa yang tlah terjadi di balik kebersamaan ini,
Tapi apa yg kmu perbuat, ? Dibalik layar kau bermain kata, kau ocehkan smua cibiran, sindiran bahkan gunjingan yang dengan bangganya kau buat semua orang tau bahwa sahabatmu ini bukanlah org yg sempurna.., 
yah, aq memang org yang sgt jauuuh dr kesempurnaan, aq byk melakukan kesalahan, kesalahan yg tak pernah kau duga, bahkan kau pun tak menduga bahwa di dirimu pun sama tak pernah luput dari niatmu berdosa..
 Aq kehilngan sahabatQ, shabat yg  mampu menerima kelebihanQ dan mencela smua kekuranganQ, sahabat yg menganggapQ saudara tpi dg bangga membuat binasa..

Puaskanlah... jika memang sesakit itu yg kmu rasa, jauhilah jika hadirQ membuatmu risih, buang semua indahnya kisah suatu persahabatan, jangan pernah ma'afkan aq, jika semua niat tulusQ hanya berbuah kedengkian di dadamu ituuu..
Yah Rabb... bukankah Engkaulah Dzat yang berkuasa membolak-balikkan haty setiap hamba.. apakah suatu kesalahan jika Engkau tlah memberi kesempatan utk merasakan indahx sebuah rasa, mempertemukan dg org yg mampu membimbing langkah ? haty ini berusaha berpaling tpi terasa tak mampu, & jika haty boleh  meminta & mengaduh ,bukan rasa ini yg  hamba mau.... !!

yah Allah.. Rangkul haty hamba yg lemah ini, kuatkan jiwa dan raga ini dalam setiap cobaanmu, Karena engkaulah pemilik muara segala kekuatan... !!!!